Bukan Memilih Sandal

Posted: 10 Oktober 2010 in Tulisanku
Tag:, , ,

Hati-hati dengan pilihan. Jangan sembarangan comot atau asal pilih. Salah-salah kamu bisa kecewa seumur hidup. Jelas banyak pilihan yang ditawarkan di dalam kehidupan kita. Mulai dari memilih sandal hingga memilih teman hidup. Nah biar kamu tidak salah pilih coba ikuti pesan-pesan berikut.

Memilih ‘calon’

Tidak asal-asalan, bukan juga permainan. Perlu kehati-hatian yang tinggi sekaligus mengikuti kode etik yang berlaku dalam pemilihan calon. Ingat selalu, yang kita pilih adalah seseorang yang bakalan mendampingi kita seumur-umur (harapannya begitu), mendidik anak-anak, mengatur rumah tangga, menjaga kemaluan kita. Rasullulloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam sendiri memberikan petunjuk bagi pria yang hendak memilih calon pendampingnya, “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung…”(Muttafaq ‘alaihi dari Abu Hurairah)

Di hadits yang lain, beliau juga bepesan kepada para lelaki yang hendak mencari istri, “Nikahilah wanita yang romantis dan subur…” Ini beberapa kode etik memilih calon pasangan wanita.

Pria sajakah yang punya hak pilih? Tidak kok, wanita juga punya hak pilih. Prioritas pilihan hendaknya dijatuhkan pada seseorang yang diidentifikasikan Rasullulloh, “Apabila datang kepadamu seorang laki-laki yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah…” Jangan sampai sembarangan memilih, asal cakep atau kaya saja. Pilihlah karena alasan agama, itu yang akan bikin bahagia.

 

Memilih tempat ‘ngaji’

Masalah yang satu ini memang sangat sensitif sekaligus tak mudah. Pasalnya, sekarang berkembang macam-macam aliran keagamaan yang menyimpang dari ajaran islam. Perlu kewaspadaan yang tinggi agar tak terjebak ke majelis-majelis ngaji yang ngeri (maksudnya yang sesat). Ngaji yang ngeri misalnya yang mengajarkan syiah, khawarij, kebatinan dan islam liberal. Masih banyak juga yang belum disebutkan. Dalam mencari tampat ngaji ingatlah selalu firman Alloh Subhanahu wa Ta’aala,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshor dan orang-orang yang megikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS at-Taubah : 100)

Tempuhlah jalan beragama yang dicontohkan oleh para sahabat Nabi Shallallohu ‘alaihi wa Sallam, yang jelas-jelas telah mendapat ridha dari Alloh. Jalan ‘ngaji’ merekalah yang pesti benar. Mau cari tempat ngaji? Carilah tempat ngaji yang mengajak mengamalkan agama islam sesuai dengan jalan yang pernah ditempuh oleh para sahabat Rasululloh.

 

Memilih teman

Salah milih teman, sama dengan susah masa depan. Baik masa depan dunia maupun akhirat. Penyesalan orang yang salah pilih teman ini bisa disimak dalam sebuah ayat al-Qur’an,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَاوَيْلَتِي لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلاَنًا خَلِيلاً

“Dan ingatlah hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata : Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku ; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrabku.”(QS al-Furqon : 27-28)

Kenyataan sudah mengajarkan, banyak orang sengsara, nakal dan jahat gara-gara ketularan teman. Oleh karena itu, kalau kita mau baik, mau tak mau harus memburu dan dekat-dekat dengan teman-teman yang baik dan shalih. Sering disampaikan bahwa perumpamaan teman yang shalih seperti penjual minyak wangi. Yang bakal membagi-bagi harum parfumnya pada orang-orang disekitarnya. Sekaligus juga pilihlah idola yang cakep dalam sisi akhlak dan ketaqwaan. Tak layak mengidolakan orang-orang yang rusak moralnya, apalagi orang yang memusuhi Alloh dan RasulNya.

 

Sekolah dan tempat kerja

Wuih, ini juga pilihan yang lumayan sulit. Pasalnya, sekolah (apalagi yang pendidikan tinggi) jumlahnya banyak sekali. Tersebar di berbagai kota dengan berbagai pilihan pendidikan. Sayangnya sangat jarang ada sekolahan yang mengadopsi nilai-nilai keislaman secara serius. Lihat saja sendiri, proses belajar-mengajarnya masih campur baur putra-putri. Terkadang mengajarkan ilmu-ilmu yang tidak sesuai dengan ajaran islam. Lebih parah lagi, ada lembaga pendidikan yang jelas-jelas milik orang non-muslim.

Kita memang kudu pinter-pinter untuk memilah dan memilih pendidikan sehingga tidak mengorbakan nilai-nilai aqidah islam. Sekolah non muslim jelas jangan dimasuki. Kemudian berusahalah untuk mencari sekolah yang memelihara nilai-nilai keislaman.

Subhanalloh, memang sulit dapat pendidikan yang seperti ini. Ini juga jadi PR buat kaum muslimin yang komitmen dengan agama islam untuk menciptakan lembaga-lembaga pendidikan yang islami.

Dalam mencari tempat kerja juga harus diperhatikan. Berusahalah untuk mecari pekerjaan yang halal dan baik. Tak perlu ngiler dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan duit banyak namun haram. Contoh yang tak halal adalah bekerja di lembaga-lembaga ribawi, seperti bank-bank konvesional.

Kalo kota memilih menekuni wirausaha harus memperhatikan kehalalan produk yang kita jual dan proses transaksi yang kita lakukan. Hindari jual-beli yang ada unsur penipuan, merugikan pembeli, riba dan sumpah palsu. Masih banyak pilihan-pilihan lain di hadapan kita. Sekali lagi, jangan sembarangan memilih sehingga tak berbuah penyesalan di masa mendatang…

 

Merujuk : elfata vol.5 no 06/2005

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s