Archive for the ‘Aqidah dan Manhaj’ Category

Aku ingin bertaubat…

Posted: 21 Oktober 2011 in Aqidah dan Manhaj, Motivasi
Tag:

Betapa pun tinggi tingkat ketakwaan seseorang, ia bukanlah malaikat yang tidak pernah bermaksiat kepada Rabbnya. Manusia tetaplah manusia, di mana perjalanannya menuju akherat terkadang mendapatkan sandungan hingga kakinya terporosok ke dalam lubang kemaksiatan. Akan tetapi orang yang telah membulatkan tekadnya untuk bisa sampai ke taman-taman surga dan melihat Rabbnya, ia akan segera bangkit dan mengangkat kakinya agar dapat melanjutkan perjalanan ke tempat yang dinanti. Ia juga tidak akan membiarkan luka yang membekas di kakinya, namun dengan segera ia akan mengobatinya dengan taubat dan amal shalih. Mereka inilah yang Allah puji di dalam Al Qur’an yang artinya, “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan pebuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.” (Ali ‘Imran: 135) (lebih…)


Cerita itu

Dalam sebuah suplemen suatu koran nasional pernah dimuat kisah tentang seorang Rabi’ah al-‘Adawiyah. Dituliskan di dalamnya bahwa ia adalah seorang sufi. Sejak muda ia telah menetapkan niat untuk menghambakan diri cinta kepada Sang Pencipta. Sedemikian dalamnya cinta itu, ia mededikasikan diri pada apa yang dia niatkan itu. Bertahun-tahun ia bergelimang dengan cinta tersebut. Sampai suatu saat seorang ulama besar, al-Hasan al-Bashri, meminangnya. (lebih…)

Raja Penuh Rahasia

Posted: 26 September 2010 in Aqidah dan Manhaj
Tag:, ,

Hati manusia. Bukan hanya yang berdegub sepanjang nafas. Ia sesuatu yang abstrak dari pandangan . Penuh rahasia, namun ia adalah raja.

Hati adalah pusat aktifitas rohani, sebagaimana juga sebagai pusat aktifitas tubuh manusia.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat sebongkah daging yang apabila berkualitas baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Dan apabila berkualitas buruk, maka seluruh tubuh menjadi buruk. Ingatlah, bongkahan daging itu adalah jantung (hati).” (Mutafaq ‘alaihi) (lebih…)


Katanya, cinta adalah anugerah. Cinta adalah karunia yang paling indah. Cinta adalah kerinduan yang membara. Cinta adalah sejuta perasaan yang tak terungkapkan dengan kata-kata.

Sesungguhnya cinta adalah makanan bagi hati, santapan bagi jiwa dan obat penenang ruhani. Ia merupakan suatu kehidupan yang mana sebenarnya dianggap mati apabila terhalangi darinya. Ia merupakan cahaya yang mana seseorang akan berada dalam lautan kegelapan apabila kehilangannya. Ia adalah obat bagi seluruh penyakit yang bersarang di dada seseorang. Ia juga merrpakan kebahagiaan yang jika seseorang tidak mendapatkannya maka hidupnya berarti kepedihan dan penderitaan.
(lebih…)


5. Dzikir, ingat, nikmat dan melihat ke bawah

Tidak usah dipungkiri bahwa dzikir itu dapat memberikan pengaruh ajaib dalam mencapai ketenangan jiwa serta mampu menghilangkan kesedihan dan musibah. Dzikir itu memiliki keistimewaan karena mengandung harapan seoranga hamba untuk mendapatkan pahala dari Alloh.

Begitu juga masalah kenikmatan yang telah Alloh berikan pada kita. Kalau kita mampu berpikir, begitu banyak nikmat-nikmat yang telah Alloh karuniakan kepada kita kalau kita mau mensyukuri nikmat itu, maka kesedihan dan kegelisahan atau musibah yang tengah kita hadapi tidaklah ada artinya dibanding nikmat-nikmat itu sendiri. Apalagi kalau kita mau melihat ke bawah. Betapa banyak saudara-saudara kita yang mengalami musibah dan kekurangan fisik maupun rizki yang jauh lebih buruk dari kondisi yang kita alami. Dengan mengingat semua itu, insyaAlloh kita akan menjadi tenang dan lebih berlapang dada menghadapi cobaan hidup.

(lebih…)


Setiap manusia pasti menginginkan ketenangan hati dalam hidupnya. Perasaan tenang dan tenteram akan membuat manusia bahagia. Sebaliknya, ketidakbahagiaan pasti dijauhi. Banyak faktor yang membuat seseorang merasa hidupnya tidak bahagia. Ada remaja yang keluarganya broken home, kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua meski dilimpahi materi yang cukup. Selain itu, ada yang tidak bahagia karena miskin materi sehingga waktunya banyak dihabiskan untuk menghayalkan sesuatu yang tidak bisa dinikmati. Ada juga orang yang tidak bahagia karena alasan yang tak jelas. Pokoknya begitu banyak orang di dunia ini yang merasa hidupnya tidak bahagia.

Nah, untuk mendapatkan ketenangan hati agar hidup ini terasa indah, ada beberapa faktor yang harus dipenuhi. Yang mampu memenuhi tiga faktor itu hanyalah orang-orang mukmin saja. Ada pun ketiga faktor itu adalah faktor diniyah(keagamaan), faktor alamiah, dan faktor amaliah(amal atau pekerjaan).

(lebih…)


MasyaAlloh, mata ini kok lengket amat sih, ingin bangun di akhir malam sulitnya luar biasa. Mau menbaca Al-Qur’an tak betah lama-lama. Pengen sedekah tapi tangan enggan masuk kantong dalam-dalam. Hendak menuntut ilmu kok diri ini jadi sok sibuk sendiri ya. Bagaimana nih cara mengatasinya???

Kamu mungkin atau bahkan sering mengalami kejadian semacam ini. Semangat untuk ibadah memang besar, sayangnya ketika hendak mengerjakan kadang ada saja halangannya. Padahal ibadah kepada Alloh merupakan tujuan diciptakannya kita kan. Alloh berfirman di dalam Al-Qur’an,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.”(QS adz-Dzariyat : 56)

Nah, kalo untuk hal ini kita diciptakan maka kita harus benar-benar mengusahakan untuk beribadah kepadaNya. Agar kita menjadi seorang hamba yang baik. Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly memberikan beberapa kiat yang beliau gali dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wa Sallam tentang cara mewujudkan ibadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’aala. Supaya ibadah yang terasa sulit jadi mudah.

(lebih…)


Bersenda gurau memang kadang diperlukan. Saat diri ini mulai jenuh dengan berbagai rutinitas, gurauan bisa sebagai obat mujarab. Mencoba berakrab ria dengan teman, gurauan bisa sebagai bumbunya. Pokoknya gurauan telah jadi sesuatu yang biasa. Ternyata, ada gurauan yang luar biasa. Tak berakibat positif, malah sebaliknya. Bahkan pelakunya bisa masuk pada kekufuran dan mengeluarkannya dari Islam. Hii… ngeri!! Gurauan macam apa sih kok bikin murtad?

(lebih…)


Mempelajari biografi (sejarah) Rasulullah

Masih dalam ruang lingkup ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari segala hidup dan perjuangan manusia terbaik sepanjang masa, Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika kita mempelajarinya, tentulah kita akan mandapati sifat-sifatnya yang mulia, keteladanan yang tiada tara, ketaqwaan, akhlak, dan budi pekerti yang luhur, dan sederet kesempurnaan yang beliau miliki. Dengan begitu, kita akan tergerak untuk meneladaninya dalam segenap aspek kehidupan, karena hanya dia yang paling layak untuk kita jadikan panutan dan teladan. Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada bagi kalian teladan yang baik dalam diri Rasulullah.”(QS al-Ahzab : 21)

(lebih…)


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

Seringkali kita mendengar seruan saudara kita untuk berjihad, untuk membela Islam melalui parlemen, atau membela Islam melalui penegakan khilafah. Mereka betul-betul semangat dalam hal ini. Namun janganlah tertipu. Tidaklah semua yang membela dan memperjuangkan Islam itu benar dan menempuh jalan yang benar. Barangkali mereka adalah orang-orang yang fajir dan bermaksiat pada Allah dengan perjuangan mereka. Barangkali jalan yang mereka tempuh itu keliru.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga orang kecuali jiwa yang muslim. Namun boleh jadi Allah akan memperjuangkan agama ini melalui orang yang fajir (bermaksiat).” (HR. Bukhari dan Muslim)

(lebih…)