Archive for the ‘Kisah-kisah’ Category

Kerinduan Seorang Mukmin

Posted: 9 November 2011 in Kisah-kisah, Motivasi
Tag:, ,

Surga… dia adalah tempat harapan yang sangat tinggi yang diusahaka  (untuk didapat) oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga …adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shalih untuk mencontohkan   kepahlawanan dan paling tingginya pengorbanan.

Surga…adalah tujuan yang sangat mulia yang selalu diamati oleh pandangan-pandangan yang penuh kasih sayang. Dan membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa di setiap tempat dan zaman. Mereka rela menghadapi segala mara bahaya (hanya) untuk mendapatkan surga yang dijanjikan.

Surga…adalah harapan yang paling agung menurut seorang mukmin. Memasukinya dan hidup di  dalamnya adalah sebuah angan-angan yang menghantui sepanjang umurnya berjalan. (lebih…)


oleh : AbdulJabbar al-Batawi

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

(lebih…)


oleh : fitri di kota M

Lalu bagaimana denganku? Terus terang kalau ada orang yang seharusnya paling menyesal atas hilangnya kakak, maka orang itu adalah aku. Adiknya!! Aku yang selama ini telah durhaka padanya. Aku yang tidak pernah senang saat dia menyambutku dengan senyum hangat tiap aku pulang sekolah. Aku yang tidak pernah bersyukur kepada Alloh yang telah memberi karunia seorang kakak yang baik hati. Kakak yang tidak pernah berkeluh kesah pada siapa pun. Kakak yang tidak pernah menuntut macam-macam dari keluarganya. Kakak yang senantiasa ramah dan santun pada setiap orang meskipun dia tidak sanggup menghafal nama mereka. (lebih…)


oleh : fitri di kota M

Adalah sebuah keistimewaan ketika aku ditakdirkan oleh Alloh sebagai bungsu dari tiga bersaudara. Sayangnya, kedua kakak laki-lakiku kini tidak bisa menjaga layaknya seorang kakak. Mereka berdua terserang penyakit tipus saat masih kecil.

Kakak sulungku sudah meninggal jauh sebelum aku lahir. Ibu bilang waktu itu sangat sulit mendapat fasilitas kesehatan. Rumah sakit dan dokter hanya ada di kota sedangkan kami hidup di desa. (lebih…)


Oleh Fulanah di Bumi Alloh

Awal Derita Batin Ayahku

Adik pertamaku yang masa kecilnya aku sayangi dan selalu aku jaga dari gigitan nyamuk dalam tidurnya, dan ibuku yang mengandung dan merawatnya dengan kasih sayang, pagi itu, di depan mataku, ibu dan ayahku, dihajar massa di teras depan rumah kami.
Semua karena ulahnya, adikku menjadi seorang penjudi dan gigolo. Adikku seumur hidupnya tidak pernah bekerja! Ia sangat gila judi! Ia banyak menghabiskan harta orang tua, juga tidak pernah jera dan berhenti berbuat maksiat! Hidupnya hanya untuk seks dan judi. Bikin malu, itulah adikku! Semua cara dan usaha untuk membuatnya tersadar dari perbuatan tercela sudah diupayakan. Tetapi belum membawa hasil. Judi dan perempuan, itulah dunianya!
(lebih…)


Oleh Fulanah di Bumi Alloh

 

Setiap aku melihat ayahku khusyu’  dalam shalatnya, hatiku sangat terharu dan trenyuh. Ya, ayahku yang berpuluh-puluh tahun lalu sangat keras dalam memperlakukan anak-anaknya. Aku, kakak dan adikku seringkali merasakan kekerasan fisik, bila kami tidak menurut pada beliau. Tak jarang pukulan dan tendangan kami terima.

Ayahku kala itu sangat sibuk dengan pekerjaannya, ambisinya, dan terlalu gila dunia. Beliau tidak pernah mendidik kami dalam urusan agama. Kerja, kerja, kerja, begitulah ayahku. Bila kami salah sedikit saja, langsung di tendang.

(lebih…)

Kelemahan Hati

Posted: 13 November 2009 in Kisah-kisah
Tag:, ,

Oleh : Fulanah di bumi Allohndeso

Semoga ini tidaklah membuka aib, namun menjadi sebuah ikhtiar untuk berbagi hikmah kehidupan dengan saudara seiman. Inilah sepercik kisah dari seseorang yang pernah hampir terjerumus ke jurang kehinaan, namun dengan pertolongan Alloh Ta’aala dia mampu untuk bangkit mempertahankan keimanannya.

Dia adalah seseorang yang telah memilih dakwah sebagai jalan hidupnya. Sosok yang menutupi dirinya dengan pakaian keimanan dan menghabiskan waktunya untuk mengajak orang lain kepada kebaikan. Bergabung dengan komunitas dakwah di kampus tempatnya menuntut ilmu dan berusaha komitmen pada kebaikan.
(lebih…)